ASPEK ETIKA PADA LAYANAN REFERENSI DAN INFORMASI DI PERPUSTAKAAN: SEBUAH ULASAN
DOI:
https://doi.org/10.33505/jodis.v6i2.220Keywords:
Reference and Information Services, Ethical Aspects, Library ServicesAbstract
Layanan referensi dan informasi memainkan peran penting dalam penyelenggaraan layanan di perpustakaan. Pada perkembangan masyarakat yang digerakkan oleh informasi saat ini, layanan referensi dan informasi telah bergerak menuju ranah kontribusi yang lebih luas. Pustakawan dan profesional informasi sebagai aktor layanan ini perlu memiliki kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya suatu etika dalam praktik layanan referensi dan informasi di perpustakaan. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, artikel ini mengulas mengenai berbagai aspek etika yang melekat pada layanan referensi dan informasi di perpustakaan. Berbagai aspek etika dalam konteks layanan referensi dan informasi di perpustakaan meliputi privasi, kesetaraan akses, kebebasan intelektual, kompetensi profesional, hak cipta, menghormati pengguna, dan konflik kepentingan. Berbagai aspek etika yang melekat di dalam layanan referensi dan informasi tidak terlepas dari pemahaman mengenai berbagai ruang lingkup layanan referensi yang meliputi aktivitas pemberian informasi, sumber informasi, alat dan media, dan wawancara referensi. Dalam menyikapi berbagai situasi terkait isu etika pada layanan referensi, memahami dan menerapkan standar etika atau kode etik menjadi kebutuhan dan tuntutan bagi pustakawan dan profesional informasi dalam menjalankan tugasnya. Tindakan yang berprinsip pada aspek etis memberikan keuntungan yang besar pada kepuasan pengguna dan institusi perpustakaan tempat layanan referensi dan informasi dijalankan.
References
Albee, B., Campbell, D., & Martincik, L. L. (2019). Overcoming Today’s Ethical Challenges for Librarians and Vendors (Lively Discussion).
American Library Association (ALA). (2019). ALA Policy Manual Section B: Positions and Public Policy Statements B.2. Intellectual Freedom (Old Number 53). American Library Association. https://www.ala.org/aboutala/sites/ala.org.aboutala/files/content/Section%20B%20New%20Policy%20Manual-1%20%28REVISED%2011_25_2019%29.pdf
American Library Association (ALA). (2008, September 29). “Professional Competencies for Reference and User Services Librarians”, American Library Association. http://www.ala.org/rusa/resources/guidelines/professional
Anbu, J. P., & Kataria, S. (2016). Reference on the Go: A Model for Mobile Reference Services in Libraries. The Reference Librarian, 57(3), 235–241.
Anyaegbu, D. M. I., & Obiamaka, U. (2016). Intellectual freedom and censorship in the eyes of Nigerian law. International Journal, 15(11).
Awory, W. P., & Nurizzati, N. (2023). Penerapan Kode Etik Pustakawan di Perpustakaan Terpadu Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Padang. Educaniora: Journal of Education and Humanities, 1(2), 44–52.
Bopp, R. E., & Smith, L. C. (2011). Reference and information services: An introduction (4th ed, 1–1 online resource (xxiii, 743 pages) : illustrations). Libraries Unlimited Santa Barbara, Calif.; WorldCat. http://www.dawsonera.com/depp/reader/protected/external/AbstractView/S9781598848175
Durrance, J. C. (1995). Factors That Influence Reference Success: What Makes Questioners Willing to Return? The Reference Librarian, 23(49–50), 243–265. https://doi.org/10.1300/J120v23n49_18
Ferguson, S., Thornley, C., & Gibb, F. (2016). Beyond codes of ethics: How library and information professionals navigate ethical dilemmas in a complex and dynamic information environment. International Journal of Information Management, 36(4), 543–556. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2016.02.012
Hymowitz, C. (2005). Big companies become big targets unless they guard images carefully. Wall Street Journal, 246(127), B1.
Jones, K. M., & Hinchliffe, L. J. (2023). Ethical issues and learning analytics: Are academic library practitioners prepared? The Journal of Academic Librarianship, 49(1), 102621.
Kamri, A. Z., (2017). Pendekatan psikologi oleh pustakawan dalam membangun perpustakaan ideal berorientasi kepuasan pemustaka di dinas perpustakaan dan kearsipan propinsi sulawesi selatan. Makassar: Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin.
Kent, A., & Lancour, H. (1974). Encyclopedia of library and information science: Vol. 11. Hornbook to information. http://data.vista.gov.vn:8080/jspui/handle/123456789/1269
Luo, L. (2014). Ethical issues in reference: Challenges and solutions. ETHICAL DILEMMAS, 167.
Reitz, J. M. (n.d.). “Reference Service” on Dictionary for library and information science.
Sbeity, F. (2023). Virtual Reference Service (VRS) technology in Arab libraries and information institutions. Arab International Journal for Information Technology & Data, 3(3), 31–62.
Sugiyono, S. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, R&D. Bandung: Alfabeta.
Thorpe, C. (2017). Engaging with Our Communities: Future Trends and Opportunities for Reference Services. Journal of the Australian Library and Information Association, 66(4), 406–415. https://doi.org/10.1080/24750158.2017.1359993
VanScoy, A., & Fontana, C. (2016). How reference and information service is studied: Research approaches and methods. Library & Information Science Research, 38(2), 94–100.
Walsh, G. (2009). Disadvantaged consumers’ experiences of marketplace discrimination in customer services. Journal of Marketing Management, 25(1–2), 143–169.
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan,(Jakarta: Yayasan PustakaObor Indonesia, 2014). Miswar Dan Pangulu Abd. Karim Nasution.. Akhlak Tasawuf. Bandung: Citapustaka Media Perintis.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Hak publikasi dan pemanfaatan karya intelektual pada jurnal ini menjadi milik penuh penerbit, sedangkan hak moral menjadi milik penulis.
- Aspek legal formal akses dan pemanfaatan setiap artikel JoDIS tunduk di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa (CC BY-SA), yang berarti bahwa konten jurnal dapat dimanfaatkan secara bebas dan wajar (fair use) dalam bentuk serupa bahkan untuk kepentingan komersial.
- Untuk menghindari tindakan malpraktik publikasi dan plagiarisme penerbitan artikel, penulis diminta mengisi dan menandatangani pernyataan hak cipta pada Surat Pernyataan Keaslian Naskah dan Copyright Transfer.


